Dama Kara Foundation: Awal dari Seni yang Berbicara Melewati Keterbatasan

Ketika Yayasan Dama Kara didirikan pada tahun 2019 oleh Kak Dini, inisiatif ini dikembangkan dari merek Dama Kara dengan menambahkan unsur pendidikan dan dampak sosial. Sebelum yayasan ini berdiri, pakaian diproduksi berdasarkan pesanan dan dikirim ke berbagai wilayah Nusantara. Namun, setelah sebuah kecelakaan yang menyebabkan kerugian besar, Kak Dini dan timnya menyadari bahwa segala sesuatu yang mereka miliki—baik secara mental maupun material—bersifat sementara dan merupakan sebuah privilegi.

Dari kehilangan dan kesadaran tersebut, mereka terdorong untuk membantu orang lain yang tidak memiliki peluang atau dukungan yang sama seperti yang mereka miliki. Tujuannya adalah menciptakan kesempatan yang lebih setara bagi mereka yang mungkin tidak berpikir atau bekerja sesuai dengan harapan masyarakat modern.

Di Indonesia, banyak keluarga yang masih kurang memahami neurodivergensi serta cara memberikan dukungan yang tepat. Sering kali, demi “melindungi” anak-anak mereka, keluarga justru membatasi mereka dalam lingkaran kecil. Akibatnya, anak-anak tersebut tumbuh dalam ruang yang sempit dan menjadi sangat bergantung pada pengasuhnya. Kak Dini ingin membangun sebuah proyek jangka panjang yang berkelanjutan dan dapat membiayai dirinya sendiri, dengan tujuan memperluas wawasan serta peluang bagi anak-anak neurodivergen.

Kak Dini percaya bahwa setiap kekurangan selalu memiliki kelebihan, dan seni sering kali menjadi salah satunya.

Inspirasi ini juga dipengaruhi oleh kisah Iris Grace, seorang anak autistik dari Inggris, yang menunjukkan kepada orang tuanya bahwa bagi individu autistik atau neurodivergen, seni bukan sekadar hobi, melainkan juga sebuah sarana komunikasi.

Seperti yang dilaporkan oleh BBC, “Ia tidak tertarik melukis gambar sederhana seperti rumah atau figur stik yang tersenyum. Pada usia enam tahun, ia justru menciptakan karya abstrak berwarna-warni yang tampak mengekspresikan emosi yang mendalam.” 

Banyak kolektor dari berbagai negara tertarik membeli karyanya karena emosi serta penggunaan warna yang begitu kuat terlihat dalam setiap sapuan kuasnya.

Seperti yang dijelaskan oleh Husson University, terapi seni mendorong individu neurodivergen untuk mengekspresikan emosi mereka secara nonverbal. Hal ini terlihat jelas dalam kisah Iris Grace, yang meskipun mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang lain, tetap mampu “melukis pemandangan abstrak yang hidup, penuh pemikiran dan pertimbangan” (ABC News, 2014).

Melihat bagaimana Iris Grace dapat memanfaatkan seni sebagai sarana untuk menjalani kehidupan sehari-hari—bahkan berpotensi menjadi sumber penghasilan di masa depan—Yayasan Dama Kara bercita-cita memberi kesempatan yang sama bagi anak-anak neurodivergen untuk merasakan kebebasan berekspresi melalui seni. Proses menggunakan seni sebagai alat bagi individu neurodivergen ini juga membangun rasa keterhubungan yang positif serta rutinitas yang bermakna. Seperti halnya Iris Grace, para siswa di Dama Kara menantikan sesi berkarya bersama, berbagi karya yang mereka buat secara mandiri, sekaligus menunjukkan kemampuan mereka dalam menerapkan berbagai teknik untuk menggambar beragam subjek.

Karena tujuan utama program ini adalah mendorong kemandirian—bukan semata-mata menghasilkan desain khusus untuk Dama Kara—prioritas utama terletak pada dampak yang lebih luas bagi para siswa. Oleh karena itu, kualitas dan keaslian karya seni mereka lebih diutamakan dibandingkan dengan frekuensi kolaborasi dengan merek.

Melalui yayasan ini, Kak Dini bersama para kolaboratornya mengubah pengalaman kehilangan pribadi menjadi sebuah misi untuk membantu dan meningkatkan kehidupan orang lain. Dengan menjadikan seni sebagai sarana kreativitas sekaligus sumber penghidupan, peluang untuk mencapai kemandirian dan perkembangan dapat tumbuh di tengah masyarakat yang sering kali masih mengabaikan neurodivergen.

Works Cited

Grace, Iris. “Magic Place,” Iricegracepaintings, Mar. 2017, irisgracepainting.com/paintings/.

Grant, Katie. “Iris Grace Halmshaw, Profile: Six-Year-Old Painter with a Reputation as an Internationally Renowned Artist | the Independent.” The Independent, 13 Mar. 2016, http://www.independent.co.uk/news/people/profiles/iris-grace-halmshaw-profile-sixyearold-painter-with-a-reputation-as-an-internationally-renowned-artist-a6908281.html. Accessed 15 Dec. 2025.

Husson University. “Benefits of Art Therapy for Mental and Physical Health.” Husson University, 28 Feb. 2024, http://www.husson.edu/online/blog/2024/02/benefits-of-art-therapy.

News, ABC. “After Autistic Girl Finds Success in Art World, Parents Shield Her from Spotlight.” ABC News, 30 Sept. 2014, abcnews.go.com/Health/autistic-girl-finds-success-art-world-parents-shield/story?id=25865752. Accessed 15 Dec. 2025.

Strickland, Ashley. “Portrait of a 6-Year-Old Artist with Autism and Her Therapy Cat.” CNN, 11 Mar. 2016, edition.cnn.com/2016/03/11/health/turning-points-iris-grace-autism. Accessed 15 Dec. 2025.


Comments

Leave a Reply

Discover more from Dama Kara Foundation

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading