Dama Kara Foundation telah beroperasi selama kurang lebih satu tahun dan telah berkolaborasi dengan berbagai merek lokal untuk menciptakan produk-produk menggunakan desian karya para teman istimewa.
Dama Kara memiliki foundation yang mendukung sekitar 20 keluarga beserta anak-anak neurodivergen mereka, yang tergabung sebagai teman istimewa Dama Kara. Melalui foundation ini, teman istimewa diberi ruang untuk berkarya dan merilis koleksi setiap dua bulan sekali, atau berpartisipasi dalam kolaborasi dengan merek busana lain maupun seniman yang tertarik.
Tujuan utama Dama Kara adalah mengembangkan kemandirian para siswa, dengan tujuan suati hari teman istimewa dapat berperan sebagai fasilitator seni dan terus berkolaborasi dengan Dama Kara. Serta meneruskan manfaat terapi seni sebelum akhirnya mencapai tujuan akhir, yaitu berkarya secara mandiri.
Salah satu siswa yang mencapai tahap berkarya secara mandiri dengan dukungan Dama Kara Foundation dan keluarganya adalah Billa, seorang seniman yang karya gambarnya menampilkan karakter manusia dan benda dengan gaya cute-manga yang cerah. Melalui platform independennya, @billa_creations di Instagram, yang telah memiliki lebih dari 900 folloqers, ia membagikan dan menjual berbagai cetakan seni serta kerajinan tangan. Meskipun terlibat dalam lini busana Dama Kara, Billa lebih berfokus pada pembuatan merchandise yang menonjolkan ciri khas imut dalam gaya seninya.

Kolaborasi lainnya telah dilakukan dengan merek-merek Muslim lokal, menciptakan set karpet shalat dan pakaian dengan desain yang cerah dan berwarna-warni.
Dama Kara berharap dapat membimbing teman istimewa untuk menciptakan karya yang mereka banggakan dan membangun hubungan yang positif dengan seni. Agar seseorang dapat menciptakan karya yang percaya diri untuk ditampilkan, kreator perlu membina kreator lainnya. Ketika hal ini terjadi, seni tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan, melainkan sebagai bentuk ekspresi diri.
Sesi seni di Dama Kara berfokus pada mengikuti alur dan ritme teman istimewa, dengan memastikan bahwa fasilitator tidak melampaui batas kreativitas maupun kondisi mental mereka dalam peran sebagai pembimbing. Hal ini dilakukan dengan mendorong keahlian masing-masing siswa agar identitas artistik mereka semakin kuat, dan dapat ditampilkan baik dalam produk kolaborasi maupun dalam sesi berkarya.
Terapi seni merupakan salah satu bentuk psikoterapi yang membantu siswa neurodivergen dengan menyediakan sarana komunikasi nonverbal, yang dapat meningkatkan kesadaran diri dan rasa percaya diri. Dama Kara menggabungkan pendekatan terapi seni dengan tujuan mengajarkan para siswa untuk menciptakan desain yang dapat digunakan sebagai elemen dalam berbagai lini busana Dama Kara.
Sepanjang tahun, program ini telah membantu teman istimewa Dama Kara menjadi lebih mandiri, kreatif, dan percaya diri terhadap karya mereka, sekaligus menjawab kekhawatiran orang tua yang sering muncul, seperti, “Jika saya tidak selalu ada untuk mendampingi, apa yang akan dilakukan anak saya?”
Banyak orang tua berharap anak-anak mereka yang memiliki disabilitas dapat bekerja. Namun, tidak semua dapat melakukannya karena kondisi mental mereka dan kebutuhan akan sistem dukungan yang terus-menerus. Lingkungan kerja pada umumnya menuntut kemandirian dengan sedikit atau tanpa pendampingan. Dama Kara membangun fondasi kemandirian dengan memulai dari kemampuan untuk berkarya secara mandiri. Karena setiap siswa memiliki ritmenya masing-masing, tim Dama Kara berupaya menumbuhkan kemandirian dalam cara dan batas mereka sendiri, tanpa menciptakan ketergantungan berlebihan pada sistem dukungan yang ada.
Melalui setiap sesi, Dama Kara terus mendefinisikan ulang makna kreativitas dan sejauh mana kreativitas dapat membawa seseorang dalam hidup. Selain mengajarkan seni, Dama Kara foundation juga bertujuan untuk membangun jalan menuju kemandirian, kepercayaan diri, dan identitas artistik yang kuat. Dengan memberi ruang bagi teman istimewa untuk tumbuh sebagai kreator, mengambil peran sebagai kolaborator, dan pada akhirnya menjadi fasilitator, Dama Kara membuktikan bahwa individu neurodivergen memiliki potensi yang sama untuk berkarya, berpartisipasi, dan membentuk dunia seni—meskipun terkadang membutuhkan sedikit dorongan tambahan.


Leave a Reply